Membangun Generasi Cinta Al-Qur'an

Ibarat sedang melaksanakan perjalanan jauh, maka kita mebutuhkan alamat jelas, petunjuk jalan, peta, nomor yang bisa di hubungi dan sebagainya. Karena hal itu akan membantu kita sampai ke tempat tujuan dengan cepat dan selamat, begitulah sebenarnya hakikat kehidupan kita di dunia ini, kita sedang melaksanakan perjalanan yang sangat jauh menuju kehidupan yang kekal nan abadi, yaitu akhirat.

Allah swt dengan maha pengasih dan penyayangnya memberikan kita buku pedoman, petunjuk jalan yang bisa membantu kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita ummat islam, mengetahui hal apa saja yang menjadi kewajiban kita terhadap buku mulia tersebut :

Berikut ini adalah beberapa point kewajiban kita terhadap Al-Quran :

 

Pertama : Al- Imanu Bihi ( Iman Kepada Al-Qur’an )

Hendaknya kita meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan kita kecuali petunjuk Al-Qur’an. Kita harus menjadikannya sumber hukum agama yang senantiasa dikaji dan digali, serta dijadikan rujukan. Kita harus mengimani semua bagian Al-Qur’an tanpa kecuali. Jangan sampai kita hanya mengimani sebagian isi Al-Qur’an – yang sesuai dengan selera dan kehendak kita – dan mengingkari sebagian yang lainnya – yang tidak sesuai dengan selera dan kehendak kita.

 

Kedua : At Tilawah (dibaca)

At Tilawah artinya membaca. Mengapa wajib dibaca? Karena Al-Quran adalah buku petunjuk, tanpa dibaca mustahil untuk mengerti maknanya, dapat mengamalkannya, bahkan menyampaikannya. Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadistnya:

اقرؤوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه (رواه مسلم)

“Bacalah Al Quran karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada orang yang telah membaca dan mengamalkan isinya”

 

 

Rasulullah SAW bersabda:

من قرأ حرفا من كتاب الله فله حسنة و الحسنة بعشر أمثالها, لا اقول الم حرف و لكن: ألف حرف و لام حرف و ميم حرف. (رواه الترمذي)

“ Barang siapa satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu mendapat pahala sepuluh kali lipat. Aku (Muhammad) tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf.”

 

Ketiga :Al Hifzu (dihafal)

Menghafal… Mengapa Al-Qur’an wajib dihafal? Sebab dengan menghafal quran akan memudahkan kita dalam mengamalkannya. Misalnya Anda ingin sholat, namun tidak hafal Al-Fatihah dan surat pendek, tentu akan menyulitkan Anda saat sholat. Adapun mengenai apakah menghafal ini  mesti seluruh isi Al-Qur’an atau sebagiannya? Tentu lebih utama jika kita bisa hafal semuanya, paling tidak , minimal surat-surat pendek untuk bacaan sholat kita.

 

Keempat : Al Fahmu (dipahami)

Memahami Al-Qur’an wajib bagi setiap muslim, mengapa? Sebab salah satu tujuan membaca adalah untuk memahami. Pun sebelum kita mengamalkan sesuatu, kita harus memahami dulu sesuatu itu, supaya tidak salah dalam mengerjakannya. Sama halnya dengan Al-Qur’an… Ia adalah pedoman hidup yang paling lengkap. Tentu apabila kita memahaminya, akan mempermudah kita dalam mengamalkan isinya.

 

Kelima :     Al A’malu (diamalkan)

Seorang yang memahami dan mengerti sebuah kebaikan namun tidak mengamalkan bagaikan lebah yang tidak menghasilkan madu.. Al-Qur’an ada sebagai pedoman hidup manusia untuk diamalkan isinya, supaya manusia dapat menjalani hidup ini dengan baik sesuai yang diridhoi oleh Allah SWT.

“ Al-ilmu bilaa ‘amalin kassyajari bilaa tsamarin “ (Ilmu yang tidak di amalkan laksana pohon yang tak berbuah )

 

Keenam : Ad Da’wah (disampaikan)

Kebaikan bukanlah hanya untuk diri sendiri saja. Alangkah baiknya apabila ia dapat dirasakan oleh orang lain. Allah mengajarkan kiata agar tidak ananiah ( egois ) terutama dalam kebaikan, karena dengan mengajak orang lain, Kebaikan itu akan terus menyebar dan menjadi lahan pahala yang terus mengalir bahkan apabila kita sudah meninggal sekalipun, kebaikan itu akan terus mengalir layaknya air zamzam yang tak pernah berhenti memancar.

Categories: Al-Quran